(0 pemilihan)
Pembuatan Bokashi Pembuatan Bokashi

INOVASI PEMBELAJARAN: MEMBUAT BOKASHI Pilihan

Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan sebagian untuk proses pengomposan berikutnya, sehingga proses ini dapat diulang dengan cara yang lebih efisien. Starter yang digunakan amat bervariasi, seperti  kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake, miso, anggur.

Dalam proses pengomposan di tingkat rumah tangga, sampah dapur umumnya menjadi material yang dikomposkan, bersama dengan starter dan bahan tambahan yang menjadi pembawa starter seperti sekam padi, sisa gergaji kayu, ataupun kulit, gandum dan batang jagung. Mikroorganisme starter umumnya berupa bakteri asam laktat, ragi, atau bakteri fototrofik yang bekerja dalam komunitas bakteri, memfermentasikan sampah dapur dan mempercepat pembusukan materi organik.

Umumnya pengomposan berlangsung selama 10-14 hari. Kompos yang dihasilkan akan terlihat berbeda dengan kompos pada umumnya; kompos bokashi akan terlihat hampir sama dengan sampah aslinya namun lebih pucat. Pembusukan akan terjadi segera setelah pupuk kompos ditempatkan di dalam tanah. Pengomposan bokashi hanya berperan sebagai pemercepat proses pembusukan sebelum material organik diberikan ke alam.

Siswa kelas VI SDN Bintoro 1 Demak praktik membuat pupuk bokashi dengan bimbingan Ibu Dian Ratnaningsih. Kegiatan ini merupakan praktik pembelajaran, yakni kesadaran menjaga lingkungan.

Praktik langsung sangat diperlukan bagi siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dari materi yang telah diberikan sebelumnya. Selain itu dalam pembelajaran IPA kegiatan ini merupakan sebuah model pembelajaran problem based learning. 

Baca 1630 kali Terakhir diubah pada Selasa, 10 September 2019 07:08
SD Negeri Bintoro 01

Melayani sepenuh hati!