SD Negeri Bintoro 01

SD Negeri Bintoro 01

Melayani sepenuh hati!

Selasa, 10 September 2019 07:05

INOVASI PEMBELAJARAN: MEMBUAT BOKASHI

Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan sebagian untuk proses pengomposan berikutnya, sehingga proses ini dapat diulang dengan cara yang lebih efisien. Starter yang digunakan amat bervariasi, seperti  kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake, miso, anggur.

Dalam proses pengomposan di tingkat rumah tangga, sampah dapur umumnya menjadi material yang dikomposkan, bersama dengan starter dan bahan tambahan yang menjadi pembawa starter seperti sekam padi, sisa gergaji kayu, ataupun kulit, gandum dan batang jagung. Mikroorganisme starter umumnya berupa bakteri asam laktat, ragi, atau bakteri fototrofik yang bekerja dalam komunitas bakteri, memfermentasikan sampah dapur dan mempercepat pembusukan materi organik.

Umumnya pengomposan berlangsung selama 10-14 hari. Kompos yang dihasilkan akan terlihat berbeda dengan kompos pada umumnya; kompos bokashi akan terlihat hampir sama dengan sampah aslinya namun lebih pucat. Pembusukan akan terjadi segera setelah pupuk kompos ditempatkan di dalam tanah. Pengomposan bokashi hanya berperan sebagai pemercepat proses pembusukan sebelum material organik diberikan ke alam.

Siswa kelas VI SDN Bintoro 1 Demak praktik membuat pupuk bokashi dengan bimbingan Ibu Dian Ratnaningsih. Kegiatan ini merupakan praktik pembelajaran, yakni kesadaran menjaga lingkungan.

Praktik langsung sangat diperlukan bagi siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dari materi yang telah diberikan sebelumnya. Selain itu dalam pembelajaran IPA kegiatan ini merupakan sebuah model pembelajaran problem based learning. 

Selasa, 10 September 2019 06:41

BELAJAR SIKLUS AIR MELALUI PEMBUATAN BIOPORI

Biopori biasa juga disebut dengan lubang resapan biopori merupakan lubang yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik.

WhatsApp Image 2019 09 10 at 11.01.41

MANFAAT BIOPORI

  1. Mengurangi Sampah Organik

Pembuatan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat masyarakat biasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

  1. Menyuburkan Tanah

Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan terjadi proses biologis yang akan menjadikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos.  

  1. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

Pada musim penghujan, sebagian curahan air yang ada di SDN Bintoro 1 sering menggenang sementara. Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah. Selain itu, sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah.

  1. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

LOKASI PEMBUATAN BIOPORI

Pembuatan biopori sebaiknya dilakukan pada area terbuka yang akan terkena air hujan. Kita bisa membuatnya di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.

Jumat, 01 Februari 2019 06:37

Rudi Hermawan

Rudi baru.jpg     Nama : Rudi Hermawan
    Tempat, tanggal lahir   :   Demak, 16-06-1990
    NIP.   :   -
    Pendidikan   :   SMA 2009
    Pertama Bekerja
: 01/03/2012
    Tugas Administrasi :

Kebersihan Sekolah

Jumat, 01 Februari 2019 06:29

Sucipto

Cipto.jpg     Nama : Sucipto
        Tempat, tanggal lahir   :   Demak, 16-02-1986
        NIP.   :   -
        Pendidikan   :   SMA 2004
    Pertama Bekerja
: 01/03/2012
    Tugas Administrasi :

Tata Usaha